Kadin: Perhatikan Pengusaha Kecil

05/05/2018



BANDA ACEH - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Eddy Ganefo meminta Kadin Aceh memperhatikan pengusaha kecil yang selama ini keberadaannya terkesan terabaikan. Hal tersebut dikatakan Eddy Ganef dalam arahannya saat melantik Pengurus Kadin Aceh periode 2018-2023 yang dipimpin Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (4/5) malam.

“Selama ini Kadin tidak pernah memikirkan pengusaha kecil, selalu memikirkan pengusaha besar. Ke depan tidak boleh lagi seperti ini, perhatikan pengusaha kecil dan buka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tegas Eddy Ganefo.

Pengurus yang dilantik mencakupi 32 bidang. Di antara pengurus terdapat sejumlah tokoh di antaranya Irwandi Yusuf sebagai Ketua Penasihat, Adnan Ganto sebagai Ketua Pertimbangan, dan Prof Jasman J Maruf sebagai Ketua Pakar.

Eddy Ganefo dalam sambutannya lebih lanjut meminta semua pengurus Kadin Aceh untuk membantu pengusaha kecil, menengah, dan besar yang ada di Aceh. Selama ini, katanya, Kadin selalu mengurus pengusaha-pengusaha besar.

Eddy menyebutkan tidak sulit membina usaha kecil dan menengah (UKM), hanya saja tergantung keihklasan. “Hanya butuh manajemen, teknologi, dan pembiayaan. Semuanya sebenarnya sudah ada, tinggal menjalankannya saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Eddy juga mengajak para investor menanamkan modal di Aceh. Dia menjamin bahwa Aceh sudah aman untuk iklim investasi. “Mualem katakan Aceh aman ya aman. Kita tahu sendirilah siapa Mualem, jadi kita yakin Aceh aman,” tegasnya.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diwakili Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes antara lain menyampaikan, Kadin Aceh diharapkan dapat mempromosikan potensi investasi Aceh, sehingga Aceh dapat dijadikan sebagai kawasan investasi yang ideal di wilayah barat Indonesia.

Kadin Aceh juga dituntut mampu memberdayakan kalangan pengusaha lokal dan meningkat keterampilan mereka sehingga mampu menangkap peluang bisnis. Di sisi lain, Kadin juga diminta untuk mengembangkan sektor pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

“Kadin Aceh semestinya lihai melihat peluang ini, karena ketiga sektor ini termasuk dalam program prioritas PemerintahAceh sebagaimana tercantum dalam RPJM 2017-2022. Oleh karena itu, profesionalisme dan kemampuan bersaing adalah kunci utamanya,” katanya.

Taqwallah menyatakan, Pemerintah Aceh akan terus memberi kemudahan bagi investor mengembangkan usahanya di Aceh. Komitmen itu akan dibuktikan dengan pengusulan revisi Qanun Penanaman Modal dengan memasukkan berbagai insentif dan kemudahan bagi investor.

Selain melantik pengurus Kadin Aceh, diakhir acara juga diserahkan SK karateker untuk para ketua Kadin kabupaten/kota. Acara itu turut dihadiri sejumlah tamu di antaranya perwakilan Kadin Kuala Lumpur, para Ketua Kadin Perempuan dari beberapa provinsi, dan beberapa investor.

Sementara itu Ketua Kadin Aceh Mualem mengatakan perekonomian Aceh dalam beberapa tahun terakhir sangat memperihatinkan. Untuk itu, dia mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Pengurus Kadin Aceh harus kompak dengan stakeholder dalam mempercepat pembangunan industri yang berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan. Kita harus bergandeng tangan dalam memajukan daerah ini,” katanya.

Mualem mengatakan dalam setiap kesempatan pihaknya terus mempromosikan Aceh untuk mengundang para investor agar mau menanamkan modalnya. Bahkan, Kadin Aceh juga melakukan pendekatan dan meneken kerja sama dalam berbagai bidang.

Alhasil, dalam tahun ini Kadin Aceh akan membawa dua pengusaha dalam dan luar negeri untuk membangun pabrik di Aceh. Yaitu pabrik gula di Takengon dari pengusaha asal Singapura dan pabrik plywood di Aceh Utara dari pengusaha asal Surabaya.

“Mudah-mudahan Kadin saat ini bisa membawa perubahan dengan maksimal untuk Aceh. Insya Allah akhir tahun ini akan berjalan pembangunan pabrik tersebut,” ungkap Mualem yang juga mantan wakil gubernur Aceh periode 2012-2017 ini.